Mengenal Relay Tentang Pengertian, Jenis, dan Fungsinya dalam Sistem Elektronik

Gambar Relay

Mengenal Relay Tentang Pengertian, Jenis, dan Fungsinya dalam Sistem Elektronik – Relay adalah komponen elektronik yang sering dianggap sepele, namun memegang peran krusial dalam sistem elektrik dan elektronik. Sebagai saklar elektromagnetik, relay mampu mengontrol aliran listrik dalam rangkaian. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai fungsi relay, jenis-jenisnya, serta prinsip dan cara kerjanya dalam berbagai aspek kehidupan.

Pengertian Relay

Relay merupakan komponen elektronika berbentuk saklar yang dioperasikan dengan listrik, terdiri dari dua bagian utama: elektromagnet (Coil) dan mekanikal (Switch). Komponen ini menggunakan prinsip elektromagnetik untuk menggerakkan saklar, memungkinkan arus listrik mengalir.

Menurut Wikipedia, Relai adalah perangkat yang menggunakan elektromagnet untuk mengaktifkan sekelompok kontak saklar. Susunan sederhana terdiri dari kumparan kawat penghantar yang dililit pada inti besi.

Adakah perbedaan antara relay dan saklar? Mudah membedakannya. Relay dapat dijalankan hanya dengan tenaga listrik, sementara saklar adalah komponen listrik yang memutus dan menghubungkan aliran listrik.

Fungsi Relay

Secara umum, fungsi relay adalah mengubah arus listrik kecil menjadi aliran yang lebih besar dengan memanfaatkan tenaga elektromagnetisme. Relay digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, antara lain:

  1. Pengendali arus listrik kendaraan, seperti starter pada mobil dan sepeda motor.
  2. Pengontrol panel listrik untuk mengendalikan kontaktor dengan kapasitas listrik besar.
  3. Perantara kontaktor PLC karena batasan kapasitas yang bisa dilalui oleh PLC.
  4. Perlindungan kelistrikan klakson mobil atau motor untuk mencegah kerusakan pada kendaraan.
  5. Pengontrol motor AC, seperti motor kompresor, motor kipas, dan motor pompa pendingin.
  6. Sistem kontrol digital memerlukan relay untuk beradaptasi pada sinyal tingkat rendah, sensitivitas sedang, tindakan cepat, dan tindakan switching yang tinggi.

Arti Pole dan Throw pada Relay

Karena Relay adalah salah satu jenis saklar, istilah Pole dan Throw yang digunakan dalam saklar juga berlaku pada Relay:

  • Pole: Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay.
  • Throw: Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact).

Jenis-Jenis Relay

Di pasaran, terdapat berbagai jenis relay, namun berdasarkan ketetapan nasional, jenis relay yang umum meliputi:

  1. Single Pole Double Throw (SPDT Relay) – Memiliki total 5 terminal.
  2. Single Pole Single Throw (SPST Relay) – Memiliki total 4 terminal.
  3. Double Pole Double Throw (DPDT Relay) – Memiliki total 8 terminal.
  4. Double Pole Single Throw (DPST Relay) – Memiliki total 6 terminal.

Prinsip dan Cara Kerja Relay

Relay terdiri dari 4 komponen dasar: Elektromagnet (Coil), Armature, Switch Contact Point (Saklar), dan Spring. Kontak Point Relay terdiri dari 2 jenis: Normally Close (NC) dan Normally Open (NO).

Cara kerja relay terjadi saat kumparan elektromagnetik mendapatkan aliran listrik, menciptakan medan magnet yang menarik tuas armature, mengubah posisi kontak switch dari NC menjadi NO atau sebaliknya.

Kelebihan Relay

Relay mampu mengontrol perangkat listrik besar dengan hanya menggunakan tegangan dan arus kecil. Contohnya, dengan tegangan 5 Volt DC dan arus 50mA, relay dapat mengontrol lampu 220 Volt 400 Watt karena coil dan kontak relay terpisah.

Contoh Pemasangan Relay yang Benar

Tutorial pemasangan relay pada lampu mobil memerlukan penggantian relay yang rusak dengan relay baru. Prosesnya meliputi pengaktifan terminal positif relay, penghubungan terminal lainnya, dan pemasangan pada switch lampu dengan bantuan ahli jika diperlukan.

Dengan pemahaman mengenai fungsi, jenis, prinsip, dan cara kerja relay, pemasangan relay dapat berjalan dengan maksimal.

Sebagai distributor Omron di Surabaya, PT MiSEL menyediakan berbagai produk Omron, termasuk Relay Omron. Untuk informasi lebih lanjut mengenai solusi otomatisasi, silakan hubungi kami.

(Artikel ini diposting dalam kategori Artikel Umum dan Otomatisasi Industri)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *